•  
  • bandungkabmozaik.com
Kamis, 23 Juni 2011 - 09:08:23 WIB
Situs Gunung Wayang
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Situs Kepurbakalaan - Dibaca: 2270 kali


PDFCetakE-mail

 

Sejarah Singkat Situs Gunung Wayang

KATA wayang dalam Gunung Wayang yang berada di selatan Bandung itu ternyata bukan berasal dari kata wayang (golek) seperti yang kita kenal saat ini. Wayang di sini berasal dari kata wa, yang berarti angin atau berangin lembut, dan yang atau hyang artinya dewa. Jadi, kata wayang yang menjadi nama gunung ini berarti angin surgawi atau angin dewata yang lembut, yang mencirikan gambaran keindah-permaian alam yang abadi.

Gunung Wayang sudah dikenal sangat lama, sejak manusia leluhur Bandung memuja Tuhannya di kesunyian alam yang permai. Dr. N.J. Krom (1914) melaporkan bahwa di salah satu puncak Gunung Wayang terdapat beberapa arca dari batu cadas yang pengerjaannya kasar, dan terdapat pula 40 arca lainnya. Dalam salah satu kuburan di sana terdapat pecahan-pecahan tembikar, kapak batu, dan tembikar.

N.J. Krom juga melaporkan, di dekat hulu Ci Tarum terdapat guci-guci dan sebuah arca dengan mahkota (seperti sebuah meriam kuno). Di sisi Perkebunan Kina Argasari, Pacet, terdapat parit-parit pertahanan yang terbentuk rapi. Bila dilihat dari atas, terdapat pola-pola yang teratur mengikuti garis ketinggian yang kemudian dipapas untuk kepentingan pertahanan. Keadaannya masih terjaga, kecuali di beberapa tempat yang pernah dipakai untuk pembibitan kopi serta beberapa rumah yang berjajar di arah selatannya.

Bujangga Manik, rahib pengelana dari Kerajaan Sunda abad ke-15, dalam perjalanan pulang dari ekspedisi suci kedua mengelilingi Pulau Jawa dan Pulau Bali, menyempatkan untuk mengunjungi tempat suci di Gunung Wayang.

Dalam daun lontar Bujangga Manik menulis:

Sacunduk ka Gunung Sembung,

Eta huluna Ci Tarum,

Di inya aing ditapa,

Sambian ngeureunan palay,

Tehering puja nyanghara,

Puja nyapa pugu-pugu,

Tehering nanjeurkeun lingga.

Sadari aing ti inya

Leumpang aing ngidul-ngetan,

Meuntasing di Ci Marijung,

Meuntasing di Ci Carengcang,

Meuntas aing di Ci Santi,

Sananjak ka Gunung Wayang.

Ini menunjukkan, bahwa Gunung Wayang dan sekitarnya sudah sangat dikenal sejak lama. Pada tahun 1930-an Pangalengan sudah menjadi objek wisata yang terkenal karena pemandangan alamnya yang permai. Apel dan kapas yang bermutu tumbuh dengan baik di sini, ditambah keasrian hotelnya, membuat Pangalengan menjadi sangat terkenal.

Nji Anah, Zangeres-Dichteres di Tjiandjoer, juru mamaos Cianjuran dan penulis dari Cianjur, menulis pupuh yang kemudian menjadi buku panduan wisata, Beschrijving van Pangalengan en Omstreken yang dilengkapi dengan foto-foto dan peta berukuran besar yang sangat terperinci.

Dalam pupuh Sinom, Nji Anah menulis:

Tanah makmur Pangalengan

Mun ku urang dikuriling

Atawa ditingalian

Palih ti wetan ngadingding

Watesna Gunung Bedil

Gunung Wayang Gunung Windu

Ngantay jadi sajajar

Jiga nu pairing-iring

Cek urang teh bade arangkat ka mana?

Tanah Makmur Pangalengan

Jika kita kelilingi

Atau sekadar dilihat

Sebelah timur mendinding

Batasnya Gunung Bedil

Gunung Wayang Gunung Windu

Seperti beriring-iring

Kata kita mau berangkat ke mana?

Dalam buku itu, Nji Anah pun menuliskan sakakala Gunung Wayang:

Tersebutlah seorang keturunan Ratu yang bernama Pangeran Jaga Lawang. Dalam kehidupannya ia sering bersemedi di puncak Gunung Wayang yang sunyi. Sang Pangeran mempunyai seorang puteri cantik tiada tandingannya. Puteri Langka Ratnaningrum, namanya. Ia sudah mempunyai calon, pemuda keturunan Galuh. Gagak Taruna, namanya, yang sedang menempa diri dengan melakoni hidup bertani di lembah Ci Tarum yang subur. Pemuda yang rajin, siang bertani, malam bersemedi.

Padi tampak subur dan hasilnya pasti akan jauh lebih banyak dari panen musim lalu. Maka disepakati untuk segera menikah dengan puteri pujaan hatinya. Seperti biasa, ia sering bersemedi di makam Nyi Kantri Manik di hulu Ci Tarum. Malam itu terlihat datang gadis cantik yang tiada taranya. Gagak Taruna kaget. Diam-diam ia jatuh hati kepada gadis itu, namun si cantik segera menghilang di mata air. Sadar itu sekedar godaan, maka ia segera pulang. Namun pikiran dan hatinya masih terus terpaut kepada si cantik di hulu Ci Tarum.

Padi sudah menguning, tapi belum juga dipanen. Rupanya Gagak Taruna sedang kasmaran kepada bayangan si cantik. Semua merasa aneh, karena Sang Pangeran terlalu sering bersemedi di hulu Ci Tarum begitu magrib menjelang. Bukan tiada yang mengingatkan, namun pemuda itu sudah terpincut senyum yang sangat memikat.

Nyi Kantri Manik asalnya gadis yang cantik yang sakit hati hingga meninggalnya karena pemuda pujaan calonnya tidak menepati janji untuk bersatu. Kini ia selalu membalas dendam dan membenci semua lelaki yang lengah.

Sang Pangeran selalu diingatkan agar segera mempersiapkan diri karena waktu pernikahan sudah dekat. Padi yang sudah lama matang kemudian dipanen. Persiapan menikah besar-besaran sudah dipenuhi. Ketika waktunya tiba, iring-iringan seserahan bergerak menuju puncak Gunung Wayang tempat calon mertuanya berada.

Setelah calon pengantin pria dirias, ia memohon diri untuk melakukan nadran ke hulu Ci Tarum. Sesampainya di sana, ia menyuruh pengiringnya mundur dan segera menuju puncak Gunung Wayang, karena ia akan segera menyusul. Setelah kembang rampe, melati dan campaka ditebar, di seberang terlihat Nyi Kantri Manik tersenyum memikat. Dengan sigap Gagak Taruna berdiri, berjalan menuju ke tempat senyuman yang terus mengembang. Gagak Taruna terus berjalan di dalam air menuju bayangan hingga akhirnya tenggelam.

Di tempat calon pengantin wanita, semua gelisah menunggu, ke mana Gagak Taruna? Rombongan yang menyusulnya mendapatkan Sang Pangeran sudah mengambang. Pangeran Jaga Lawang sangat prihatin. Ia melampiaskan rasa dukanya itu dengan mengobrak-abrik apa yang ada di dapur. Hawu/tungku dilemparkan dan perabot dapur dibanting. Makanan yang dimasak dilemparkan sampai habis, maka terbentuklah kawah Gunung Wayang.

Air yang mendidih dengan lalab-lalabannya dilemparkan membentuk kawah Cibolang di Gunung Windu. Puteri Langka Ratnaningrum sangat bersedih, lalu berjalan tak tentu arah. Ternyata ia sudah berada di dalam hutan. Air mata darah terus mengucur. Itulah yang kemudian membentuk air terjun Cibeureum di Gunung Bedil.

Nayaga yang masih berharap Sang Pangeran datang tak mau pergi, maka berubahlah mereka menjadi arca. Sebagian alat-alat tabuhnya dilemparkan, di antaranya membentuk Gunung Kedang. Mayit Gagak Taruna dikubur di hulu Ci Tarum. Sementara itu Pangeran Jaga Lawang menempa diri menyepuh hati, menghyang di Gunung Seda, ia selalu menanti putri yang dicintainya segera pulang.

Oleh karena itu jangan heran, bila pada malam bulan purnama sering terdengar sayup-sayup bunyi gamelan. Itulah prosesi penyambutan pengantin pria. Bila terlihat asap Gunung Wayang mengepul berlapis-lapis, itu artinya keluarga pengantin perempuan sedang sibuk memasak. Kini, Gunung Wayang-Windu itu sudah dimanfaatkan energi panas buminya (geotermal), sehingga dapat menambah pasokan energi untuk Jawa-Bali. Panas bumi di sini akan panjang umurnya kalau pasokan air yang meresap ke dalam bumi terjaga. Sebaliknya, bila keadaan hutan di tangkapan hujan yang memasok air terus berkurang, dapat dipastikan umurnya akan berkurang.



131 Komentar :

obat impoten
04 November 2013 - 14:07:59 WIB

siang ini asik baca-baca dulu informasi yang bermanfaat ini, terimakasih

http://goo.gl/mEB7gc
obat kelenjar tiroid
23 November 2013 - 11:13:20 WIB

terima kasih, semoga artikelnya bermanfaat untuk semua :)
Obat Sembelit Untuk Ibu Hamil
04 Desember 2013 - 11:57:24 WIB

Terimakasih atas kesediaannya berbagi dengan kami, informasi yang di berikan sangat bermanfaat sekali
Obat Wasir Untuk Ibu Hamil
04 Desember 2013 - 11:59:22 WIB

Informasi yang telah anda berikan memberikan pengetahuan baru bagi saya
Obat Tuberkulosis Untuk Ibu Hamil
04 Desember 2013 - 13:11:08 WIB

Semoga anda selalu sukses, dan terimakah untuk informasi yang bermanfaatnya sangat membantu
Obat Flu Untuk Ibu Hamil
04 Desember 2013 - 13:12:55 WIB

Artikel ini sangat menarik untuk di simak dan bagus untuk di jadikan referensi
Obat Herbal Mimisan Pada Anak
24 Desember 2013 - 10:41:13 WIB

Informasi yang telah anda berikan memberikan pengetahuan baru bagi saya

Obat Paru Paru Kering
28 Desember 2013 - 10:42:33 WIB

Terimakasih atas kesediaannya berbagi dengan kami, informasi yang di berikan sangat bermanfaat sekali
Obat Kanker Saluran Empedu
28 Desember 2013 - 10:44:02 WIB

Informasi yang telah anda berikan memberikan pengetahuan baru bagi saya
obat alami atasi insomnia
11 Januari 2014 - 09:27:44 WIB

makasih infonya ..
semoga bermanffat
<< First | < Prev | 1 | 2 | 3 | ... | 14 | Next > | Last >>

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)